Juangnoesantara.blogspot.com

no copas

Pages

S A H A B A T - S E J A T I

Sahabat sejati adalah ia yang selalu mengingatkan dan menuntunmu dalam kebaikan menuju ridho Tuhan.

I LOVE RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Suatu hal yang sangat indah dalam hidup ialah merindukan-Nya, Sang cahaya penerang kegelapan Muhammad Rasulullah Saw.

I B U TERCINTA

Ialah bidadari dunia dan akhiratku. Jagalah dan cintailah selalu ya Tuhan, Ibuku yang selalu aku rindukan dan aku banggakan.

Aku Cinta Indonesia

Indonesia adalah anugerah yang tak ternilai,sebuah mahakarya Tuhan yang indah nan elok bak surga dunia.

I LOVE ALLAH

Aku cinta kepada Allah bukan karena surgaNya, bukan karena takut nerakaNya, tetapi cinta kepada Allah karena betul-betul cinta

Sabtu, 02 November 2013

Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Judul Buku      : Ronggeng Dukuh Paruk
Penulis             : Ahmad Tohari
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan           : 2003
Tebal               : 400 hlm.

Buku ini merupakan gabungan dari trilogi buku Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak), Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala karya Ahmad Tohari. Awal saya membaca novel ini saya belum bisa merasakan ceritanya. Tetapi setelah beberapa halaman selanjutnya saya jadi sangat tertarik dan penasaran bagaimana cerita lengkapnya sampai selesai. Bagaimana Srintil dan semua lika-liku kehidupannya sebagai seorang ronggeng.
       Ahmad Tohari lahir di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, 13 Juni 1948. Beliau menamatkan sekolahnya di SMAN 2 Purwokerto. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di beberapa fakultas Perguruan Tinggi seperti ilmu kedokteran, ekonomi dan terakhir sosial politik. Karya pertama beliau yaitu novel Di Kaki Bukit Cibalak tahun 1977, kemudian Kubah 1980, dan novel Ronggeng dukuh paruk yang ketiga tahun 1981 dan Lintang Kemukus Dini Hari keempat yang merupakan satu trilogi tentang ronggeng Dukuh Paruk.
          Novel Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan gadis cantik yang bernama Srintil yang menjalani hidupnya sebagai seorang ronggeng Dukuh Paruk, beserta kisah cintanya bersama seorang pemuda bernama Rasus yang tak lain temannya sendiri sejak kecil. Dimulai dari latar belakang perkampungan Dukuh Paruk yang terpencil, terbelakang dan kecabulannya. Serta memiliki suatu kesenian yang menjadi ciri khasnya yaitu pertunjukan ronggeng. Menjadi seorang ronggeng di Dukuh Paruk merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Ia tidak dianggap sebagai perempuan rendahan melainkan dipuji, dibanggakan dan diistimewakan oleh semua orang. Telah belasan tahun sudah Dukuh Paruk kehilangan ronggeng. Suasana dan kehidupan Dukuh Paruk serasa mati. Tak ada lagi hiburan, suara calung, dan tentunya tidak ada lagi seorang penari ronggeng. Srintil gadis cantik yang kala itu masih berumur sebelas tahun terpanggil hatinya untuk menjadi ronggeng. Terlebih dengan dukungan Sakarya kakeknya dan dukun ronggeng Kertareja yang mengatakan serta  membuktikan sendiri bahwa Srintil telah dirasuki oleh inang ronggeng. Hari- hari Srintil berubah drastis setelah menjadi seorang ronggeng. Kedekatannya dengan Rasus menjadi jauh, Rasus merasa kehilangan sosok Srintil yang juga ia jadikan sosok gambaran emaknya yang hilang riwayatnya entah kemana.
            Konflik demi konflik mulai banyak digambarkan Ahmad Tohari ketika Srintil harus menjalani malam bukak kelambu dan hingga Rasus dan Srintil ternyata saling mencintai. Rasus yang tidak setuju dengan pilihan Srintil menjadi seorang ronggeng terlebih menjalani malam bukak kelambu, membuat Rasus kecewa terhadap Srintil. Akhirnya Rasus memilih menjauhi Srintil dan meninggalkannya dengan ikut bergabung menjadi tentara.

          Setelah menghilangnya Rasus, Ronggeng Dukuh Paruk itu terpukul dan terpuruk. Ia sadar akan jalan hidupnya sebagai seorang ronggeng, dimana harus meninggalkan keinginan pribadi dan menyerahkan dirinya untuk semua orang. Dalam hatinya Srintil juga ingin hidup seperti perempuan-perempuan yang lain. Hidup bersama orang yang dicintainya dan menjadi ibu dari anak-anak suaminya. Kegalauan yang dialami Srintil dari hari kehari semakin menjadi. Ia menolak melayani laki-laki maupun pentas sebagaimana pekerjaan ronggeng. Ia memilih menutup diri dan mengisi kekosongan hatinya dengan mengasuh Goder, anak dari tengganya yang bernama Tami. Ia sangat memanjakan Goder dan sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Hal inilah yang membuat Srintil semakin teguh pada pendiriannya untuk berhenti menjadi ronggeng dan memilih mengasuh Goder serta belajar menjadi wanita rumahan.
          Setelah sekian lama Srintil tidak mau pentas, suatu ketika datanglah tawaran menari dari kantor Kecamatan Dawuan yang akan menggelar pentas kesenian menyambut perayaan Agustusan. Awalnya Srintil tidak mau, tetapi setelah diyakinkan oleh Sakum akhirnya ia mau menerima tawaran tersebut. Sama selaki ia tidak membayangkan akibat lebih jauh yang akan menimpa dirinya dan Dukuh Paruk dari penampilannya di panggung perayaan Agustusan itu, yang memang pada tahun 1965 sengaja dibuat berlebihan untuk propaganda oleh kelompok yang disinyalir Partai Komunis Indonesia (PKI). Bendera merah dipasang di mana-mana dan muncullah pidato-pidato yang menyebut rakyat tertindas, kapitalis, imperalis, dan sejenisnya. Kemudian setelah itu semua warga Dukuh Paruk ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam kegiatan PKI. Termasuk juga Srintil, Ronggeng Dukuh Paruk yang ayu dan kenes itu. Hal ini tentu disebabkan karena kebodohan warga Dukuh Paruk sendiri yang dengan mudah terprovokasi dan terpedaya oleh seorang yang bernama Bakar, yang berhasil menghasut dan menjerumuskan mereka dalam kegiatan dan propaganda Partai Komunis Indonesia (PKI).
           
Setelah dua tahun menjadi tahanan, Srintil bebas dan memulai lembaran kisah hidupnya yang baru. Meninggalkan predikat ronggengnya dan menjadi perempuan biasa seutuhnya. Hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang yang bernama Bajus dan membuka hati padanya. Tetapi Bajus yang ternyata mengidap impoten itu hanya memberi harapan kosong kepada Srintil. Bahkan demi untuk kepentingan pribadi, Bajus menawarkan Srintil kepada atasannya Pak Blengur, seorang pimpinan pejabat proyek. Srintil sangat terpukul, kecewa dan hatinya hancur. Seluruh harapan dan cita-citanya untuk membangun sebuah keluarga musnah, dan Srintil mengalami gangguan kejiwaan. Kemudian di akhir cerita, Rasus yang pulang ke Dukuh Paruk sedih melihat kehancuran kampung halamannya pasca peristiwa September 1965, terlebih melihat keadaan Srintil yang sangat menyedihkan. Akhirnya demi kebaikan Srintil, Rasus dengan berat hati membawanya ke rumah sakit jiwa.
         Kelebihan dari novel ini, ceritanya sangat bagus dan menarik. Mengambil latar belakang budaya lokal dan membumbuinya dengan peristiwa 1965 kala itu. Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis begitu gamblang dan apa adanya, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Sedangkan Kekurangan pada novel ini, yang pertama desain sampul kurang menarik. Kedua, banyak bagian cerita yang sedikit fulgar dan bagi umum bisa dikatakan kurang sopan. Secara keseluruhan novel ini menurut saya sangat bagus dan penuh emosi. Harapan saya semoga novel-novel yang berlatar belakang budaya lokal ataupun sejarah seperti Ronggeng Dukuh Paruk ini lebih banyak lagi yang bermunculan dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya para pemuda.


Kilas Sejarah Condongcatur


Sejarah merupakan peristiwa masa lampau yang hanya terjadi satu kali, sebagian orang mengganggap bahwa sejarah merupakan hal yang tidak menarik dan tidak penting untuk dipelajari. Padahal, sejarah merupakan hal yang menarik dan penting untuk dikaji, karena dengan mengkaji sejarah kita dapat mengetahui peristiwa di masa lampau yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dimasa yang akan datang.

Pada dasarnya sejarah tidak hanya membahas hal-hal yang besar saja, tetapi juga hal-hal kecil, Misalnya sejarah sebuah desa. Padahal hal-hal yang kecil ini bila dikaji lebih jauhakan menghasilkan suatu informasi yang mungkin tidak kalah menarik dengan peristiwa-peristiwa yang dianggap hal besar.
Oleh karenanya, penulis mencoba melakukan penelitian di salah satu kelurahan di Kabupaten Sleman Yogyakarta, yaitu Kelurahan Condongcatur. Mungkin belum banyak orang yang mengetahui hal menarik apa saja yang dapat ditemukan di kelurahan ini. Dari hasil penelitian penulis yang dilakukan pada hari minggu, tanggal 20 Oktober 2013 dan Sabtu, tanggal 26 Oktober 2013 melalui wawancara dengan Lurah Condongcatur, Bapak H. Sukris dan melanjutkan studi lapangan di Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan Condongcatur Yogyakarta.

Dari hasil penelitian tersebut, Penulis memperoleh informasi mengenai asal usul berdirinya desa Condongcatur dan yang sangat menarik, kami memperoleh informasi tentang peristiwa sejarah penculikan dan pembunuhan dua Pahlawan Revolusi yang dilakukan oleh PKI yaitu Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jendral TNI (Anm) Katamso dan Kas Rem 072/Pamungkas Kolonel Inf. (Anm) Soegijono yang terjadidi dukuh Kentungan Condongcatur SlemanYogyakarta.

1.      Sejarah asal mula Condongcatur
Condongcatur adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta. Nama Condongcatur sendiri berasal dari kata “Condong” yang berarti “Ngumpul” dan “Catur” yang berarti “Empat”. Jadi, Condongcatur dapat diartikan sebagai empat tempat yang berkumpul menjadi satu.
Menurut keterangan H. Sukris, Condongcatur adalah gabungan dari empat kelurahan, yaitu Kelurahan Lama Gejayan, Kelurahan Manuan, Kelurahan Kentungan dan Kelurahan Gurungan. Penggabungan empat kelurahan lama itu kira-kira terjadi pada tangal 24 Desember 1946. Alasan penggabungan kelurahan lama tersebut karena otonomi yang berlaku di Yogyakarta oleh pemerintahan pada saat itu. Penggabungan kelurahan lama tersebut tidak hanya terjadi di Condongcatur tetapi juga terjadi pada seluruh  kelurahan lain di Yogyakarta, penggabungan kelurahan semacam ini tidak terjadi di provinsi lain melainkan khas di Yogyakarta.
Proses wawancara dengan Lurah Condongcatur
Kelurahan Condongcatur, seperti kelurahan lain di Yogyakarta, terdiri dari beberapa dukuh. Dulu satu kelurahan terdiri dari empat dukuh, tetapi setelah penggabungan kelurahan tersebut satu kelurahan terdiri dari delapan belas dukuh.

2.      Keistimewaan Condongcatur
Setiap tanggal 27 Rajab Condongcatur menjadi tempat persinggahan sementara para Ngarso dalem dalam acara rutin labuan sesasih yang tujuan akhirnya adalah Pantai Parangtritis, gunung Lawu, dan gunung Merapi.
Selain itu di  Condongcatur tepatnya Dukuh Kentungan dibangun Monumen Pahlawan Pancasila yang setiap tanggal satu Oktober diadakan acara rutin memperingati peristiwa G30S yang menewaskan dua orang perwira angkatan darat, Jendral Katamso dan Kolonel Soegijono.
Ketika peristiwa meletusnya Gunung Merapi tahun 2010, Condongcatur menjadi salah satu tempat sentral pengungsian sementara para warga lereng Merapi terutama di kediaman bapak H. Sukris.

3.      Peristiwa sejarah di Condongcatur
       Dari bapak H. Sukri pula, penulis pertama kali tahu bahwa ternyata ada sebuah monumen bersejarah di kawasan Condongcatur. Monumen tersebut bernama “Monumen Pahlawan Panncasila“. Terletak di Dukuh Kentungan Kelurahan Condongcatur Sleman. Monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa  G30S yang menewaskan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jendral TNI (Anm) Katamso dan Kas Rem 072/Pamungkas Kolonel Inf. (Anm) Soegijono.


Monumen tampak depan
Monumen yang dibangun di lokasi terjadinya peristiwa pembunuhan dua Pahlawan Revolusi tersebut, diabadikan dalam bentuk relief yang menggambarkan kronologis kejadian dari proses penculikan hingga pembunuhan. Lubang Kubur dimana dahulu digunakan PKI untuk menyembunyikan mayat kedua Pahlawan Revolusi. Duplikat kendaraan yang dipergunakan untuk menculik dua Pahlawan Revolusi, dan bangunan museum yang didalamnya terdapat batu dan kunci mortil yang digunakan untuk membunuh, serta pakaian yang pernah digunakan dua Pahlawan Revolusi dan foto-foto Sembilan Pahlawan Revolusi khususnya Jendral Katamso dan Kolonel Soegijono itu sendiri.

Dokumentasi
Letak monumen yang lumayan jauh dari kota, membuat monumen ini tidak banyak diketahui orang. Bahkan menurut penuturan penjaga museum, warga Yogya sendiri banyak yang tidak tahu tentang apa dan dimana museum ini berada. 

4.      Pesan Lurah Condongcatur
Penanya:
Melihat anak muda zaman sekarang, banyak yang istilahnya menyepelekan atau mengesampingkan sejarah. Mungkin dari Bapak ada pesan untuk generasi sekarang mengenai akan pentingnya sejarah itu, pak?

Jawaban bapak H. Sukri :
Ya memang seharusnya sejarah itu perlu. Karena kalau tidak ada sejarah kita juga tidak ada. Kalau dulu tidak ada perjuangan kemerdekaan mungkin sampai sekarang kita belum merdeka. Kita masih dijajah. Kita belum bisa bebas seperti saat ini. dan kalau kita tahu seperti itu mestinya kita ada semacam ucapan terimakasih. Mungkin yang dapat kita lakukan dengan cara mengisi kemerdekaan, mengenang perjuangan dan meneruskan cita-cita para pejuang.
Foto bersama Lurah Condongcatur

Selasa, 24 September 2013

Kumpulan Lagu Favorit Ebiet G. Ade


Anda kenal Ebiet G. Ade ? Pastinya kenal dong... , Beliau adalah salah satu penyanyi pop legendaris Indonesia. Lagu-lagu yang gamblang, puitis, dan menyentuh adalah beberapa alasan kenapa saya menggemari beliau.



Kang Ebiet lahir di Wonodadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954. Beliau adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkewarganegaraan Indonesia. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal kariernya ia 'memotret' suasana kehidupan masyarakat Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial, tragedi/bencana, religius, dan lain-lain.


Berikut adalah daftar beberapa lagu dari Ebiet G Ade beserta link downloadnya. Silakan bagi yang mau mendownload. ^_^

04. Camelia I
17. Dimana

Oke, Sampai disini dulu. .., Merci.

Sabtu, 21 September 2013

Buat Sampul Facebookmu Berbeda

Bingung mau ganti foto sampul facebookmu? kok kelihatannya biasa-biasa saja ya? mau yang berbeda? nah kali ini saya akan berbagi untuk kawan-kawan semua bagaimana membuat foto sampul kamu menyatu dengan foto profil kamu. Lumayanlah buat nambah tampilan facebook kawan-kawan agar lebih sedikit menarik. Hehe... Berikut contohnya :



Bagaimana ? seru kan?. Caranya nggak ribet kok. Cukup mudah. Berikut cara membuat foto sampul menyatu dengan foto profil.
1. Pergi ke halaman berikut ini > klik disini
2. Upload foto sampul kamu (saya sarankan foto dengan ukuran yang besar agar gambarnya bagus, tidak pecah-pecah)
3. Atur posisinya sesuai keinginan
4. Kalau sudah cocok posisinya, kemudian klik Save Profile Photo dan Save Timeline Cover.
5. Dan foto sampul serta foto profil yang tadi kamu save pastikan sudah tersimpan di komputer.
6. Lalu tinggal upload di akun facebook kamu. Selesai.
Mudah bukan? oke sekarang selamat mencoba. Good Luck. ^_^